Pada tahun 1930 di bentuklah PSSI yang di hadiri oleh beberapa klub amatir indonesia. Diantaranya VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta). Yang di selenggarakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
1933-1948
Tanggal 14 maret 1933 merupakan tanggal bersejarah bagi persib Bandung. Waktu itu dua tim Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB) bersatu. Kemudian lahirlah klub bernama Persib Bandung.Kala itu Anwar St. Pamoenjtak di pilih sebagai ketua umum persib Bandung. Selain itu banyak klub-klub yang berada di bawah naungan persib Bandung. Diantaranya SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Pada tahun 1937 klub yang berada di bawah naungan orang Belanda Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO) diantarnya UNI dan SIDOLIG ikut bergabung bersama persib Bandung. VBBO menyerahkan lapangan yang biasa mereka gunakan yakni lapangan UNI, lapangan SIDOLIG. dan SPARTA (Sekarang Stadion Siliwangi). Pada tahun 1937 persib berhasil menjuarai kompetisi perserikatan melawan persis Solo dan keluar sebagai juara.
Pada tahun 1948 warga Belanda (NICA) ingin kembali menghidupkan VBBO. tetapi dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi berusaha untuk mempertahankan persib. Usaha mereka berhasil bahwa di Bandung hanya ada satu perkumpulan yaitu persib Bandung.
1950-1985
Pada tahun 1950-1962 Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum pada akhir nya persib memiliki sekretariat permanen yang berada di Jalan Gurame berkat usaha R. Soendoro.Pada tahun 1961 persib berhasil menjuarai kompetisi perserikatan setelah berhasil mengalahkan PSM Ujung Pandang di partai final. Persib behak mewakili indonesia untuk mengikuti kejuaraan sepakbola “Piala Aga Khan” di Pakistan pada 1962.
Pada tahun 1978-1979 persib terdegradasi ke Divisi 1. Setelah itu pembinaan usia muda mulai dibenahi. Pelatih asal Polandia Marek Janota menangani tim muda sedangkan Risnandar Soendoro menangni tim senior. Kemudian persib junior dengan persib senior di gabungkan. Hasilnya, persib kembali berhasil promosi ke divisi utama.
Hasil pembinaan Marek lahirlah pemain-pemain legendaris persib Bandung. Diantaranya Robby Darwis, Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, Suryamin, Dede Iskandar, Boyke Adam, Sobur, Sukowiyono, Iwan Sunarya. Dan berhasil lolos ke partai final bertemu PSMS PSMS pada Kompetisi Perserikatan 1982-1983 dan 1984-1985.

mas ari bagus banget
BalasHapus